*** Selamat Datang di Website Resmi BKD-Diklat Kab. Gorontalo *** Format Peremajaan Data 2015 dapat diunduh pada Menu Download --> Format Dokumen *** Hati-hati penipuan, jangan percaya dengan janji-janji yang menjamin anda menjadi CPNS *** Waspadalah,Jangan sekali-kali percaya dengan oknum yang mengatasnamakan Pejabat BKD atau Pejabat Manapun yang menjanjikan pengalihan Status ke CPNS bagi Honorer K2 yang tidak lulus ujian *** Laporkan secepatnya ke BKD jika anda mendapati Oknum tersebut *** Sampai saat ini belum ada aturan baru tentang penambahan kuota CPNS dari tenaga Honorer Kategori 2 *** email BKD-Diklat Kab. Gorontalo: bkdkabgtlo@gmail.com *** Terima Kasih

Anda disini: BerandaBeritaSerba-SerbiWaspada Penipuan yang mencatut nama pejabat BKN

Waspada Penipuan yang mencatut nama pejabat BKN

 

Surat diatas adalah salah satu bentuk modus yang digunakan oleh para penipu yang mengatasnamakan pejabat di BKN yang menjanjikan pengalihan ke CPNS bagi Tenaga Honorer K1 maupun K2 yang tidak lulus. Laporkan ke BKD-Diklat jika ada penawaran untuk pengalihan melalui jalur yang tidak resmi.

 
 
Kepala BKN Eko Sutrisno mewanti-wanti agar honorer K1 maupun K2 jangan sampai tertipu dengan calo yang mengaku kenal dekat pejabat BKN. Apalagi sampai menyebut harus menyetorkan uang.(http://www.jpnn.com/read/2015/01/18/282203/Ditelepon-Langsung-Kepala-BKN,-Ini-Reaksi-Si-Penipu-Honorer)
 
 
"Jadi hati-hati mendapatkan nomor telepon yang disebut-sebut bisa menggolkan CPNS. Tidak ada itu, semua ada mekanismenya. Dan saya tidak segan-segan memberikan sanksi tegas buat pegawai BKN yang coba-coba main api," tegasnya. Masyarakat dapat melakukan konfirmasi serta pelaporan adanya dugaan penipuan yang mengatasnamakan baik pejabat maupun Pegwai BKN melalui layanan call center Humas BKN: 021-80882815 (selama jam kerja)
 

Hikmah

" Dari Imran bin Hushain ra., Rasulullah saw bersabda: "Ada 70.000 orang dari umatku yang masuk surga tanpa hisab." Para sahabat bertanya, "Siapakah mereka, ya Rasulullah?" Rasulullah saw bersabda, "Mereka adalah orang yang tidak beristirqa' (meminta pengobatan dengan cara jampi-jampi) tidak bertathayyur (menggantungkan nasib kepada terbangnya burung), tidak melakukan pengobatan dengan cara membakar bagian yang sakit dengan besi panas membara dan orang-orang yang bertawakkal kepada Rabb mereka." (H.R. Muslim) "
Go to top